Jumat, 12 September 2008

PILIH MANA: ILMU, FILSAFAT ATAU AGAMA???

Suatu hari seorang mahasiswa yang sedang kebingungan memahami hidup bertanya pada dosennya, "Pak mana sih yang perlu kita pegang dalam menghadapi masalah hidup. Ilmu, filsafat atau agama?"

Pertanyaan ini tentu saja menyentakkan sang dosen yang sebenarnya memiki fak mengajar Akuntansi. Untung saja, saat sang dosen masih mahasiswa sempat aktif di lingkungan pengajian, sehingga dia bisa memberi dan menguraikan perbedaan tiga ranah pemikiran itu dengan bijak dan akurat.

Namun sang dosen juga berusaha menjelaskan dengan hati-hati agar tidak terjebak dalam pemahaman yang keliru. Penjelasan dosen itu demikian. "Pada dasarnya ketiga cabang pengetahuan itu (ilmu, filsafat dan agama) sering menjadi bagian dari cara manusia mengambil keputusan. Hanya saja satu sama lainnya saling berjalin berkelindan, sesuai dengan kapasitas persoalan yang dihadapi."

Sang dosen masih menjelaskan, namun lebih hati-hati agar tidak terperangkap dalam bias. "Ketiga cabang pengetahuan itu pada dasarnya sama manfaatnya bagi manusia, yang membedakan adalah pada tiga hal: proses memperolehnya, dasar dan sifat kebenaran yang ditawarkan."

Ilmu, menurut sang dosen, dalam proses memperolehnya melalui penelitian lewat pembuktian laboratorium. Yang mendasari bekerjanya ilmu adalah akal sehat, sehingga kebenaran yang ditawarkan bersifat positf relatif. Artinya, kebenaran yang ditawarkan ilmu itu memang benar, tapi tidak mutlak.

Sementara filsafat pada dasarnya merupakan proses berfikir secara radikal, penuh logika. Akal adalah dasar dari filsafat menjelaskan segala hal, segala yang masuk akal adalah benar menurut versi filsafat. Segala hal yang tidak masuk akal adalah tidak benar. Karena itu sifat kebenaran yang ditawarkan filsafat adalah spekulatif.

Sedangkan agama (khususnya Islam), proses turunnya melalui wahyu, sehingga titik tolaknya adalah wahyu Allah. Sementara dasar memahami agama adalah dengan pendekatan akal dan hati. Check and balance antara akal dan hati ini pada akhirnya menawarkan kebenaran yang mutlak.

Mahasiswa itupun protes, "Apa alasannya kebenaran agama itu mutlak, apakah kebenaran agama itu sempurna?" Maklum sang mahasiswa lagi gandrung dengan pemikiran Karl Marx, bahkan dia sedang menghabiskan setengah dari buku Das Capital yang dimilikinya.

Dengan lebih hati-hati sang dosen menjawab, "Alasannya, pertama, dalam kitab suci jelas-jelas mengklaim bahwa Al haq mirrobbika falaa takunanna minal mumtarin (Kebenaran dari Tuhan itu adalah mutlak dan hakiki, maka janganlah mencari kebenaran yang lain)."

"Kedua, kebenaran agama terjaga dan terabadikan dalam kitab suci Al Qur'an, dimana di dalamnya ada instrumen yang menjaga kesuciannya dari tangan-tangan kotor yang berusaha menodainya. Yakni ilmu kelengkapan memahami Al Qur'an, seperti tajwid (membaca dengan benar), tartil (membaca dengan indah), mantiq (logika kitab suci), balaghoh (asal usul kata dan bahasa) nahwu sharaf (gramatika) dan siroh (sejarah sebagai instrumen konfirmasi). "

"Ketiga, kebenaran agama berangkat dari kitab suci al-Quran yang konfirmasinya ada pada alam raya. Soal manusia dari tiada, dihidupkan, dimatikan dan dihidupkan lagi, dan akhirnya kembali pada-Nya. Soal astronomi, soal fenomena gunung meletus, langit tanpa tiang, serta soal air laut yang terbelah antara air asin dan air tawar, air panas dan air dingin, dst."

"Keempat, kebenaran agama berangkat dari tokoh yang menjadi penyampai pesannya (devine messenger). Aisyah mengatakan Rasulullah itu adalah al-Quran yang berjalan: jujur, berani, bersih, mengayomi, konsisten, dan ajarannya mampu mempengaruhi 2/3 dunia. Sejarah yang tak pernah terulang hingga detik ini."

"Kelima, kebenaran agama kendati disingkirkan, dibantai, dimusnahkan, tetap abadi karena memang yang menjaga langsung adalah Allah SWT melalui orang-orang cerdasnya, orang-orang berani, orang-orang yang tidak takut akan mati."

Sang mahasiswa akhirnya mengerti betapa kelengkapan- kelengkapan yang ditawarkan dalam agama pada akhirnya menawarkan kebenaran yang sifatnya mutlak....demikian simpulnya sambil mengancam kalau-kalau ada kebenaran yang lebih tinggi yang terus dicarinya!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar