Rabu, 29 April 2009

Tentang Lembang, saat matahari mulai berangkat tinggi

Matahari mulai berangkat tinggi di kota tua ini.
terik.
saya tiba di sana.

"Saya bahagia.."
ini kali keduanya tiba di kota tua itu.
kali ini sedikit lebih jauh, Lembang. daerah itu disebut jauh-jauh hari.

Cepat-cepat mata ini kukedipkan. rasanya tidak ingin terlewat tentang gambaran kota itu barang sekejap.
Tersenyum-senyum sendiri.
Terlintas rencana awal ke kota ini bersama orang baik
"huuh..". saya merindukannya.
menghabiskan hari bersama orang baik.

Singgah di beberapa tempat.
Kagum dengan Kawah putih yang apik
lezatnya santap siang Sindang Reret
dan kolam air panas Ciater..
cantik!!

Tak banyak yang saya kisahkan kali ini
tentang kota tua ini
saya hanya bisa ungkapkan
"ingin kembali..."
kelak..
menghabiskan hari..
hingga matahari berpulang..


Catatan Akhir April 2009

Sabtu, 18 April 2009

dia yang bernama khodijah

dia..
seumpama sejuk
menyejukkan...

dia..
seumpama angin
menyegarkan

dia..
seumpama langit
luas.tak ada batas..

dia..
seumpama kamus
bertabur kata, sarat makna..

dia
seumpama bunda
pembimbing sejati
penuh sayang..

dia..
seumpama matahari
hangat dan tulus pada pagi

dia..
seumpama ilmu
berlimpah cita

dia..
seumpama kasih
berjuta cinta..

dia..
seumpama khadijah, kekasih sejati Nabi
bijaksana

do'a ku untuk ketulusannya membimbingku mengenal kalamNya
membimbingku tulus
tanpa syarat


untuk dia..
dia yang bernama khodijah


(tulisan ini ku persembahkan untuk guruku yang membekali banyak ilmu, dan mengenalkanku pada makna Qur'ani)

Kamis, 16 April 2009

saya tidak sepakat untuk memilih kata "MENYERAH"

dulu sekali...
saya berkawan dengan semangat. berteman dengan dinamika. bersahabat dengan keberanian. bergumul dengan tantangan..

dulu..
saya adalah perempuan penyusur asa
penggenggam cita..
penepis patah arang

dulu..
tak ada kata diam
setiap detik, sesak dengan gerak dan aktivitas..
tak ada kata layu
saya selalu angkat dagu ini tinggi
arti bahwa saya siap mengalahkan hari..

sekarang..
saya sempat melalui yang namanya,
pahit..
perih..
kecewa..
hancur..
lemah..

saya sempat berkata
"tak apa...!!".untuk diri saya.
karena saya akan tetap tidak memilih kata "MENYERAH"
..agar saya bisa menjadi "saya" yang dulu sekali..

kali ini untuk sebuah rindu

saya bahagia menatap langit jingga temaram kala itu.
mengingatkanku kala pertama orang baik meminta untuk pergi bersama. sehari penuh.

saya pun takjub melihat senja yang mulai redup. sembunyikan terang untuk sekejap berkawan dengan nuansa hening.
kali ini mengingatkanku pada wajahnya yang semburat jingga..
senyumnya yang hangat..menepis keraguan yang tersimpan lama dan belum sempat terungkap

Langit makin redup ketika orang baik itu berusaha menyusun kata. Tuturnya yang selalu berdamai dengan kebaikan. hingga saya sapa dia "orang baik".Saya mendengarkannya. Sebuah pernyataan sederhana. Datang dari hati. Dan dada saya sesak dipenuhi rasa bahagia yang sangat, karena banyak kabar baik yang dibawanya kala itu.

kau serupa batang bunga sedap malam yang hijau tegak di bejana dingin...

"jangan pergi.." teriakku dalam hati. sekuat tenaga.setiap kali harus kupaksakan diri sekejap mengakhiri perbincangan bersama orang baik. Meski ia tidak akan bisa mendengarkannya.

Sekuat tenaga ingin bertanya, tentang kebenaran yang dirasakannya sekarang, tentang ketulusan, tentang kebersamaan kita, saya dan orang baik itu..

mengambang..
hanya itu yang saya rasakan saat orang baik menyebut satu nama..
saat teringat harus kemana saya lambungkan harapan ini
saat tak ada hal yang bisa diungkapkan,
saat tak ada kisah di pagi hari
saat hingga gelap hari tak ku dengar kabar orang baik..
saat teringat kemana ia tepikan dirinya..
saat teringat banyak pertanyaan yangbelum terjawab..

kali ini untuk sebuah rindu pada orang baik

Minggu, 12 April 2009

Kejujuran yang sempat terlupakan

semua berawal dari kejujuran yang terlupakan..
membuang jauh-jauh rasa percaya yang sempat dititipkan..
dan menutup kotak kenangan rapat-rapat..
menutup mata atas kebahagiaan yang baru saja ditemukan di tempat-nya kini bersandar..
tanpa sadar menikmati lembar-lembar kebahagiaan..
dan melupakan kenangan lama yang sudah lama bersimpul..

ketika tersadar bahwa sebuah kotak telah menghilang sekian waktu..
ketika tersadar tentang ingkar yang dilakukan..
ketika tersadar rindu akan simpul-simpul kenangan..
ketika tersadar bahwa simpul-simpul yang dirindu perlahan terbuka..
seolah semua terenggut..semua terampas..
tanpa sadar semua berawal dari kejujuran yang telah dilupakannya..

tak ada kata yang bisa terungkap..
tentang kegelisahan..
tentang pengingkaran..
tentang keegoisan..
tentang kesadaran..

kenapa tidak ditutup saja matanya saat itu, saat kejujuran mendekat padanya
kenapa tak dihiraukan saja tentang pengingkaran yang diniatkannya itu
tentang pilihan-pilihannya itu..
kenapa masih banyak pertanyaan yang terajukan..
kenapa kata maaf sulit diberikan..
kenapa..
kemana dirinya selama ini..
saat masih ada waktu untuk memilih
saat kejujuran belum terlupakan
saat jauh dari pengingkaran tentang janji-janji pada orang baik..


harusnya amarah yang datang padanya..
harusnya pertanyaan-pertanyaan itu untuk dirinya..
bukan aku yang selalu merasa tersudut..
tentang kesalahan masa lalu..
tentang kekeliruan..
karena kejujuran yang sempat dilupakannya..
kini datang..

semoga kejujuran tak lagi dilupakan..
oleh kita..
oleh orang baik..
semoga pengingkaran bukan lagi cara yang dilalui
semoga bukan amarah yang mendominasi..
dan keegoisan yang merasuki

dan ku brharap jalan ini akan berawal dari sebuah lembar-lembar kisah
dari sebuah kebaikan..
dari kejujuran..
dari ketulusan..
dan dari kesetiaan..

karena kejujuran yang sempat terlupakan, sebuah kata maaf sulit untuk diraih

Kamis, 02 April 2009

Jawaban..

Sejatinya hidup ini adalah penantian kita akan sbuah jawaban.
jawaban dari segala pertanyaan di sepanjang jalan kehidupan yang kita temui.
pertanyaan tentang makna diri, tujuan hidup, akan jadi apa kita kelak, bagaimana masa depan kita kelak, perolehan hidup seperti apa yang kan diraih, dan apa saja yang telah kita perbuat dalam hidup ini.

Jawaban yang kita nantikan, kadangkala tidak butuh waktu yang panjang tuk ditemui..
kadangkala butuh kesabaran tuk menemukannya..
namun, kadang pula tak kunjung kita dapatkan..
sebab, bisa jadi jawaban yang dinanti adalah proses panjang dari pencarian kita dalam rangka menemukan sebuah jawaban..

Jawaban yang kita dapatkan, bisa sebuah jawaban yang kita harapkan, dan itu terasa indah untuk kita..menyenangkan bukan?..jika jawaban yang kita harapkan terwujud..
Namun, sayangnya tak selamnaya jawaban itu sesuai dengan harapan..
kadangkala jawaban terasa pahit ketika bukan jawaban itu yang diharapkan..

jawaban adalah ujung dari sebuah harapan..
dari sebuah masa depan..
dari sebuah pertanyaan..

jawaban tak lagi menuruti fungsinya, manakala timbul sebuah pertanyaan baru, yang membutuhkan jawaban, yang jauh lebih kita harapkan kehadirannya..


doa adalah wujud pertanyaan-pertanyaan harapan kita terhadap yang Maha Baik atas hidup kita..
maka jawaban apakah yang kan kita dapatkan kelak??
apakah jawaban-jawaban tersebut tergantung pada pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan??
apakah jawaban-jawaban yang kita harapkan terjawab di penghujung hidup kita..

jawaban hidup yang kita harapkan, tercermin pada pertanyaan-pertanyaan ang keluar saat ini..tercermin atas makna pertanyaan, cara kita bertanya, dan sjauh mana kita gantungkan harapan padaNya akan jawaban dari pertanyaan itu..

jawaban bukan sekadar "ya" atau "tidak"," salah" atau "benar"..tetapi jawaban itu terkandung dari kata "ya" atau "tidak"
dari "salah" atau "benar"
ketika jawabannya "ya" apakah kita akan bersyukur???
ketika jawabannya "benar" apakah kita akan takabur??
ketika jawabannya "tidak" apakah kita bersabar??
dan ketika jawabannya "salah" apakah kita akan mundur??

semoga yang Maha pemberi jawaban terbaik..menuntun harapan-harapan atas jawaban kita di ujung hidup kita

semoga bermanfaat
Allahu'alam bi sawab