Sabtu, 26 Desember 2009

Akankah bisa..??(untuk yang akan kusemayamkan dan kutambatkan..)

Bunda..,ceritakan sejenak padaku, kali pertama dirimu bertemu dengan ayah, diantara ribuan wajah yang membayang di langit-langit mimpimu. Karena aku ingin membayang kisah romansa yang dulu sekali itu..
Bunda...,kisahkan padaku, bagaimana dirimu bisa memilihnya, dan yakin akan menghabiskan ribuan detik bersamanya hingga renta nanti? Agar aku bisa tau pasti, yang kan setia padaku sesetia ayah padamu, hingga renta, dalam suka dalam duka, yang kan bijak menjadi pemimpin hidupku dunia akhirat, yang kan sabar menggenggam erat-erat tanganku, disaat aku jatuh, memeluk hangat tubuhku disaat aku layu, dan tersenyum lebar disaat aku berlumur suka.

Lalu, bunda.., apakah dulu wajah ayah tampan nan rupawan..?seperti apa kerupawanan ayah, hingga membuat kau tak mudah lagi tertidur pulas sepulas-pulasnya. Sehingga aku mengerti, kerupawanan dan ketampanan macam apa yang memiliki makna penuh, dan agar aku mampu meposisikan antara kerupawanan dan ketampanan seorang pemimpin kelak bagiku itu, bunda..

Lalu, bunda, deskripsikan bagaimana tingkah polah ayah, dalam hari-hari kalian setelah perkawinan, saat-saat dirimu merindukannya, pada detik-detik dirimu akan melahirkan aku, dan saat udara malam menusuk-nusuk tulang-tulang, juga saat matahari siang menyelubung dan memunculkan efek panas ke pori-pori kulitmu, bunda..

Bunda..,bisakah kau lukiskan, apa warna perasaanmu ketika setiap bangun pagi, lalu parasnya yang pertama kali kau temukan disamping dirimu..merah jambu kah bunda..?, atau merah hati..., putih tulang mungkin..?tolong katakan bunda..?Agar aku kelak bisa memberikan warna pada pagi-pagi ku untuk nya kelak, seperti kau memberi warna pada ayahanda.

Lalu..seperti apakah saat itu, ayah memintamu untuk bersisian hingga renta?
turunkan saja sedikit kemuliaanmu bunda..,ketegaranmu, kesabaranmu, keelokanmu, dan keagunganmu yang menggunung itu kepadaku. Agar aku bisa belajar, ketika sudah datang waktunya, akan aku katakan untuknya;

"..akankah bisa, kau menerimaku,
untuk yang tidak setegar bunda
yang tidak menggunung ketegarannya,
kesabarannya dan kemuliaannya..
lalu akankah kau bisa..??"

"untukmu yang akan kutambatkan dan kusemayamkan perjalanan hidupku.."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar